CARENTulE

Berpacu menjadi yang terbaik

krisis tiroid dan koma miksedemia

30 December 2013 - dalam KEPERAWATAN Oleh carentule-fkp11

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Hipertiroid adalah suatu ketidakseimbangan metabolic yang merupakan akibat dari produksi hormone tiroid yang berlebihan. Bentuk yang umum dari masalah ini adalah penyakit Graves, sedangkan bentuk yang lain adalah toksik adenoma, tumor kelenjar hipofisis yang menimbulkan sekresi TSH meningkat, tiroiditis subakut dan berbagai bentuk kanker tiroid. Krisis tiroid terjadi akibat pelepasan hormone tiroid secara berlebihan ke dalam aliran darah. Hal ini dapat dipicu oleh stress, pembedahan, atau infeksi, tetapi penyebab utama ialah pembedahan. Gejala-gejala dapat timbul 6-18 jam pascaoperatif (Martenelli & Fontana, 1990). Kadang-kadang krisis tiroid muncul selama periode intraoperative. Gejala-gejala yang harus diperhatikan antara lain takikardi, hiperpireksia, diaphoresis, syok, muntah, dan diare, serta perburukan status mental yang muncul secara mendadak. Terapi krisis tiroid antara lain ialah pemakaian steroid, asetaminofen, dan propranolol (Gruendemann, 2005).

 

Belum ada presentase pasti tentang terjadinya krisis tiroid kemungkinan kecil pasien dengan hipertiroid mengalami krisis tiroid, tergantung faktor pencetusnya. Krisis tiroid pada tirotoksikosis biasanya merupakan komplikasi dari penyakit grave. Penyakit grave dimediasi oleh antibody reseptor tirotropin yang menstimulasi sintesis hormone tiroid menjadi berlebihan dan tidak terkendali (T3 dan T4). Kebanyakan kejadian ini dijumpai pada wanita muda, dengan presentase 2-5% wanita dan 1-2% terjadi wanita usia produktif. Wanita memiliki resiko 5 kali menderita penyakit tiroid dibanding laki-laki. (Cunningham, et.al, 2010). Penyebab lain krisis tyroid dapat juga disebabkan oleh interferon alfa dan interleukin 2, terpapar iodine, dan pemberian amiodaron. Pemberian interferon alfa dan interleukin 2 dapat mengganggu ikatan tiroksin dengan globulin sehingga meningkatkan kadar tiroksin bebas. Angka kematian akibat krisis tiroid diperkirakan berkisar antara 10-20%, tetapi terdapat laporan penelitian yang menyebutkan hingga 75% tergantung faktor pencetus atau penyakit yang mendasari terjadinya krisis tiroid.

 

Keadaan krisis tiroid dapat menyebabkan terjadinya miksedemia ketika dilakukan pengangkatan kelenjar tiroid sehingga terjadi hipotiroid yang semakin lama semakin berat ditandai dengan pasien menjadi letargi dan bisa berlanjut ke keadaan stupor yang dikenal sebagai koma miksedemia. Persentase hipotiroidisme pada wanita memiliki resiko lima kali lebih sering dibandingkan laki-laki dan paling sering terjadi pada usia di antara 30 hingga 60 tahun. Keadaan koma miksedema biasanya dijumpai pada lansia dengan hipotiroidisme yang tidak mendapat perngobatan secara adekuat, dan pada seseorang yang mengalami tiroiditis autoimun. Pajanan cuaca dingin yang lama pada individu lansia dapat menimbulkan gangguan koma miksedema (Corwin, 2009). Koma miksedema menggambarkan stadium hipotiroidisme yang paling ekstrim dan berat, di mana pasien mengalami hipotermia dan tidak sadarkan diri. Pasien dapat mengalami gejala depresi respiratorik sehingga timbul hipoventilasi alveolar, retensi CO2 progresif, keadaan narcosis dan koma, disertai dengan kolaps kardiovaskuler dan syok. Hal ini memerlukan terapi yang agresif dan intensif jika kita ingin pasien tetap hidup. Meskipun demikian, dengan terapi yang intensif sekalipun, angka mortalitasnya tetap tinggi (Brunner & Suddarth. 2002).


BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA KRISIS TYROID

2.1 Definisi
Krisis tiroid merupakan komplikasi tirotoksikosis yang tidak ditangani dengan benar. Tandanya timbul secara tiba-tiba, yaitu takikardia, diaphoresis, panas tinggi, edema paru, dan gagal jantung kongestif. (Baradero, Mary. 2009). Krisis tiroid terjadi akibat pelepasan hormone tiroid secara berlebihan ke dalam aliran darah. Hal ini dapat dipicu oleh stress, pembedahan, atau infeksi, tetapi penyebab utama ialah pembedahan. Gejala-gejala dapat timbul 6-18 jam pascaoperatif (Martenelli & Fontana, 1990). Kadang-kadang krisis tiroid muncul selama periode intraoperative. Gejala-gejala yang harus diperhatikan antara lain takikardi, hiperpireksia, diaphoresis, syok, muntah, dan diare, serta perburukan status mental yang muncul secara mendadak. Terapi krisis tiroid antara lain ialah pemakaian steroid, asetaminofen, dan propranolol (Gruendemann, 2005). Krisis tiroid adalah kedaruratan medis yang disebabkan oleh eksaserbasi akut dari gejala-gejala hipertiroid. Hal ini dapat berakibat fatal dan mematikan. Namun jarang terjadi apabila deteksi dini dilaksanakan dan pengobatan diberikan secepatnya (Hannafi,2011)
letak kelenjar tiroid2.2Etiologi
Krisis Tiroid secara umum disebabkan karena gangguan organic kelenjar tiroid, gangguan fungsi hipotalamus  dan hipofisis yang selanjutnya dapat menyebabkan produksi TSH meningkat sehingga produksi hormone tiroid
meningkat. Krisis tiroid dapat terjadi pada pasien hipertiroidisme yang menghentikan pengobatan, dosis penggantian hormone tiroid yang terlalu tinggi, dan pengobatan dengan yodium radioaktif (Burrow, 1994). Etiologi yang paling banyak menyebabkan krisis tiroid adalah penyakit Graves (goiter difus toksik). Meskipun tidak biasa terjadi, krisis tiroid juga dapat merupakan komplikasi dari operasi tiroid, kondisi ini diakibatkan oleh manipulasi kelenjar tiroid selama operasi pada pasien hipertiroidisme. Krisis tiroid dapat terjadi sebelum, selama, atau sesudah operasi (Burrow, 1994). Penyebab lain dari krisis tiroid adalah tiroiditis, penyakit trofoblastis, dan kehamilan. dimana terjadi beberapa perubahan faal kelenjar tiroid pada saat kehamilan seperti peningkatan laju metabolism basal, peningkatan terhadap TRH, dan peningkatan tiroksin yang dapat meningkatkan kecepatan reaksi kimia di seluruh tubuh. Beberapa hal tersebut dapat memicu kelenjar tiroid bekerja lebih
keras untuk memenuhi peningkatan metabolism tubuh (Burrow, 1994).

2.3 Patofisiologi

Krisis tiroid yang disebabkan oleh adanya gangguan organic kelenjar tiroid, gangguan fungsi hipotalamus dan hipofisis yang selanjutnya dapat menyebabkan produksi TSH meningkat dan berlanjut dengan peningkatan produksi hormone tiroid (Burrow, 1994). Peningkatan produksi hormone tiroid yang tinggi dapat meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga produksi kalori juga meningkat. Peningkatan produksi kalori membuat tubuh harus berespon dengan menaikkan suhu tubuh sehingga pada orang dengan krisis tiroid manifestasi yang biasa muncul adalah demam tinggi (Hiperpyrexia). Keadaan hipermetabolisme menyebabkan ketidakseimbangan antara produksi energy dan penggunaan energy, sehingga menyebabkan peningkatan produksi panas dan peningkatan pembuangan panas, serta keringat berlebihan. Gejala lain dari krisis tyroid termasuk kelelahan dan kelemahan otot. Dengan terjadinya peningkatan suhu tubuh juga dapat menyebabkan perubahan pola kerja pada jantung (takikardi) dan perubahan pola kerja pada paru (sesak saat berktivitas) (Ginting, 2012). Peningkatan metabolisme tubuh juga diikuti peningkatan aktivitas GI termasuk peningkatan frekuensi pergerakan usus, dikarenakan peningkatan kontraksi usus kecil, sehingga menyebabkan pembuangan isi usus lebih cepat, menyebabkan sering merasa lapar atau dapat juga terjadi diare. Disisi lain, peningkatan metabolisme dapat menyebabkan meningkatnya proses glikogenesis (proses pembakaran lemak dalam tubuh meningkat) sehingga dapat menurunkan berat badan dengan cepat meskipun telah diimbangi dengan intake nutrisi yang adekuat. Kinerja memori dan konsentrasi yang buruk juga sebanding dengan derajat keparahan tirotoksikosis (Ginting, 2012).

 

2.4 Manifestasi Klinik

Terjadinya krisis tiroid ini bisa terjadi pada pasien yang sebelumnya sudah ada hipertiroid, atau sebelumnya belum pernah ada tanda-tanda hipertiroid, kemudian menjalani operasi, ada infeksi, atau trauma lainnya sehingga terjadi pelepasan hormon tiroid yang berlebihan secara mendadak. Komplikasi seperti ini memang jarang terjadi, tetapi sangat membahayakan (Hans Tandra, 2011). Krisis Tiroid merupakan keadaan klinis hipertiroidisme yang paling berat mengancam jiwa, umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit graves.

Menurut (Hans, 2011) gejala yang tampak pada krisis tiroid antara lain:

  1. Takikardi (denyut jantung diatas 140x/ menit);
  2. Hyperpyrexia (demam tinggi diatas 40 derajat Celcius);
  3. Muntah, diare, gelisah, pasien bisa kehilangan banyak cairan tubuh;
  4. Kesadaran menurun ;
  5. Peningkatan tonus otot, tremor, iritabilitas, peningkatan kepekaan terhadap katekolamin;
  6. Penurunan berat, peningkatan rasa lapar;
  7. Haid sedikit dan tidak tetap ;
  8. Pembesaran kelenjar tiroid ;
  9. Mata melotot (exoptalmus) ;
  10. Cepat lelah.
MAKALA LENGKAPNYA VIA EMAIL


Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Pengunjung


    widget

clock

flag cunter

    free counters

tes

bottom

Pengunjung

    139.705